Ranifa Decor

Ketua Pertina Sulut Hendra Jacob Turut Berduka Cita Atas Insiden Drag Race di Kotamobagu

0

KOTAMOBAGU – Duka mendalam menyelimuti ajang drag race yang digelar di Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu (9/8/2026).

Insiden tragis yang terjadi dalam event tersebut menimpa sejumlah penonton. Berdasarkan data sementara yang diperoleh media ini, sebanyak 17 orang menjadi korban, dengan rincian 6 orang meninggal dunia, 10 orang mengalami luka berat, dan 1 orang mengalami luka ringan.

Kabar duka tersebut turut mendapat perhatian dari Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Utara, Hendra Jacob. Ia menyampaikan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban serta keluarga yang ditinggalkan.

Hendra mengatakan, musibah tersebut menjadi duka bersama, terlebih karena korban merupakan masyarakat yang hadir untuk menyaksikan sebuah kegiatan olahraga dan hiburan.

“Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi dalam kegiatan drag race di Kotamobagu. Ini adalah tragedi yang sangat menyedihkan dan tentu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga para korban,” ucap Hendra.

Ia berharap seluruh korban yang masih menjalani perawatan segera mendapatkan penanganan medis terbaik sehingga dapat diberikan keselamatan dan kesembuhan.

“Untuk saudara-saudara kita yang sedang menjalani perawatan, saya berharap mendapatkan penanganan terbaik dan segera diberikan kesembuhan. Kepada keluarga korban yang meninggal dunia, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Menurut Hendra, setiap kegiatan olahraga maupun otomotif yang melibatkan kerumunan masyarakat harus menempatkan faktor keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Kita tentu mendukung kegiatan olahraga dan otomotif yang positif bagi masyarakat. Tetapi keselamatan penonton, peserta, panitia dan seluruh pihak yang terlibat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai sebuah kegiatan yang seharusnya menjadi hiburan justru berubah menjadi tragedi,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan event, khususnya menyangkut pengamanan lintasan, jarak aman penonton, kesiapan petugas, serta langkah-langkah mitigasi risiko.

“Peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Ke depan, setiap penyelenggaraan event yang memiliki risiko tinggi harus benar-benar memperhitungkan aspek keselamatan dan memiliki sistem pengamanan yang memadai. Kita tidak ingin kejadian seperti ini kembali terulang,” harapnya.

Hendra menegaskan bahwa kepedulian terhadap keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum untuk berbenah. Olahraga harus memberikan semangat, prestasi dan kebahagiaan bagi masyarakat, bukan meninggalkan duka. Sekali lagi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” pungkas Hendra Jacob. (***)

Leave A Reply

Your email address will not be published.