BOLTIM – Aksi cepat dan penuh kepedulian ditunjukkan Kapolres Bolaang Mongondow Timur, Golfried Hasiholan Pakpahan, saat menolong korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Kebun, Desa Tutuyan II, Kecamatan Tutuyan, Senin (06/04/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Peristiwa nahas tersebut bermula ketika dua sepeda motor terlibat tabrakan keras, mengakibatkan empat warga mengalami luka-luka dan tergeletak di tengah jalan. Suasana yang semula tenang mendadak berubah mencekam, memicu kepanikan warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu.
Di tengah situasi genting tersebut, kehadiran Kapolres Boltim yang kebetulan melintas di lokasi menjadi titik harapan. Tanpa ragu, ia langsung menghentikan kendaraannya dan bergegas memberikan pertolongan.

Dengan sigap, Golfried Hasiholan Pakpahan bersama personel yang ada segera mengevakuasi para korban. Tanpa memperdulikan kondisi luka dan darah yang terlihat, fokus utamanya adalah menyelamatkan nyawa.
Bahkan, dalam situasi penuh tekanan, Kapolres turut membantu membawa korban menggunakan kendaraan dinas menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat.
Aksi kemanusiaan tersebut sontak mengundang haru warga. Sosok polisi hari itu tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan penolong di saat masyarakat berada dalam kondisi paling membutuhkan.
Tak berselang lama, personel Satuan Lalu Lintas Polres Boltim tiba di lokasi dan langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas, serta melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi.
Berdasarkan hasil sementara, kecelakaan diduga terjadi akibat kurangnya kehati-hatian salah satu pengendara saat hendak berbalik arah tanpa memperhatikan kendaraan lain yang melintas.
Keempat korban kini telah mendapatkan perawatan medis dan dalam penanganan tenaga kesehatan.
Peristiwa ini menjadi cerminan bahwa di balik ketegasan seragam kepolisian, tersimpan nilai kemanusiaan yang kuat. Polres Bolaang Mongondow Timur pun terus menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. (***)