BOLTIM – Diduga akibat aktivitas pertambangan emas dengan menggunakan alat berat, sekira puluhan rumah warga diwilayah Talong Desa Lanut Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, terancam longsor.
Pemicu mulai terjadinya longsor, akibat aktivitas pertambangan, dibelakang pemukiman warga. Pasalnya, aktivitas tambang dengan menggunakan alat berat memicu getaran pada tahah serta pengerukan tanah yang terlalu dekat dengan permukiman warga, menjadi pemicu akan bencana tanah longsor, terutama saat hujan deras.
Kondisi ini menyebabkan struktur tanah labil, menghilangkan penopang alami tebing, terutama pada musim hujan tiba. Hal ini berpotensi mengancam keselamatan , serta rumah warga dengan potensi kerusakan berat.
Salah satu warga desa Lanut yang enggan namanya di publikas mengatakan, jika rumah yang dihuni olehnya dan beberapa rumah terdekat, di lokasi pertambangan Talong desa Lanut, mulai mengalami longsor pada bagian belakang rumah. ” Iya, badan rumah mulai longsor pada bagian belakang,” ujarnya.
Penjabat Kepala Desa Lanut, Esra Rumengan saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026) , membenarkan adanya laporan terkait longsor yang mengancam rumah warga.
Dikatakan Esra, jika pihaknya telah turun langsung meninjau lokasi warga yang berpotensi terdampak longsor.
Selain itu, Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan perusahaan tambang yang berada dekat pemukiman warga. ” Kita sudah kirim surat ke pihak perusahaan untuk minta klarifikasi, semoga ada jalan keluar,” singkatnya.
Terpisah, Ketua KUD Nomontang desa Lanut, Rifal Mumek saat konfirmasi, Jumat (17/4/2026) mengatakan, jika saat ini pemilik tanah tempat berdirinya rumah warga diwilayah Talong desa Lanut, rencana akan melakukan mediasi dengan pemilik rumah yang berpotensi terdampak longsor.
” Kami bersama sama dengan pemerintah rencana akan melakukan mediasi dengan warga yang rumahnya berpotensi terdampak longsor. Sebab, tanah di lokasi Talong, tempat berdirinya rumah warga tersebut akan digunakan oleh pemilik sah tanah tersebut,” tandasnya. (**”)