Ranifa Decor

BMM Matali Juara TCL 2026 UsaiTundukkan ZM FC Bolsel Lewat Drama Adu Pinalti

0

KOTAMOBAGU – Drama menegangkan mewarnai partai final Totabuan Champions League (TCL) 2026. Bintang Muda Matali (BMM) akhirnya keluar sebagai jawara setelah menaklukkan ZM FC Bolsel melalui adu penalti dengan skor 3-1 di Lapangan Nunuk, Minggu (9/8/2026).

Pertandingan final berlangsung sengit sejak menit awal. ZM FC Bolsel yang tampil agresif lebih dulu memecah kebuntuan melalui gol pemain asing mereka, Embuka Vincent.

Gol tersebut membuat ZM FC unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, BMM yang berada dalam posisi tertinggal langsung melakukan perubahan strategi. Pelatih kepala Nofri Kalengkongan memasukkan Yandi Potabuga untuk menggantikan Alfian Larenaung.

Eks punggawa Bolsel FC ini langsung memberikan dampak melalui pergerakannya di sektor sayap kanan. Sebuah umpan silang akurat dilepaskannya ke dalam kotak penalti dan berhasil disambut striker Juliardi dengan tandukan keras.

Setelah skor kembali imbang, pertandingan semakin terbuka. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan dan menciptakan peluang. Namun, hingga waktu normal berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Skor 1-1 memaksa laga ditentukan melalui drama adu penalti. Di titik inilah penjaga gawang BMM, Sanjai Kan, tampil sebagai pahlawan.

Sanjai tampil gemilang di bawah mistar dengan menggagalkan tiga eksekusi penalti pemain ZM FC Bolsel. Sementara itu, tiga algojo BMM mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Sementara gol penentu kemenangan BMM berhasil disarangkan Fahmi Latif, sekaligus memastikan Bintang Muda Matali keluar sebagai juara TCL 2026 dengan skor akhir 3-1 melalui adu penalti.

Kemenangan tersebut sontak disambut suka cita pemain, ofisial, dan pendukung BMM yang memadati arena pertandingan. Pelatih BMM, Nofri Kalengkongan, menyebut keberhasilan timnya meraih trofi TCL 2026 tidak lepas dari kekompakan seluruh pemain serta dukungan penuh masyarakat.

“Ini berkat kerja sama tim dan juga kerja sama dari seluruh masyarakat. Ini adalah kemenangan masyarakat Kelurahan Matali,” ujar Nofri.

Menurut Nofri, keberhasilan BMM mengangkat trofi TCL terasa semakin istimewa karena mereka menjadi satu-satunya wakil Kota Kotamobagu yang berhasil menembus partai puncak.

“Ini adalah kemenangan yang sudah sewajarnya diperoleh. Dalam partai puncak ini, satu-satunya tim perwakilan Kotamobagu yang mencapai puncak adalah Bintang Muda Matali. Dan ini juga merupakan kemenangan masyarakat Kotamobagu,” katanya.

Ia menilai perjalanan BMM hingga menjadi kampiun merupakan buah dari perjuangan panjang dan dukungan masyarakat yang tidak pernah berhenti.

Sementara itu, Manager BMM Fandi Monoarfa menyambut kemenangan tersebut dengan penuh syukur.

Menurutnya, gelar juara merupakan hasil kerja keras seluruh pemain, terutama setelah tim sempat tertinggal pada babak pertama.

“Kemenangan hari ini tentu luar biasa, berkat kerja keras semua pemain. Kita tahu sama-sama tadi babak pertama sempat ketinggalan. Alhamdulillah setelah babak kedua, dengan beberapa pergantian pemain, semuanya maksimal,” kata Fandi.

Fandi menilai mental bertanding menjadi salah satu faktor penting yang membuat BMM mampu bertahan dalam laga final yang berlangsung ketat hingga adu penalti.

“Semua pemain menunjukkan mental bermain yang luar biasa. Akhirnya dari beberapa peluang, Alhamdulillah satu gol mampu kami ciptakan. Itu buah dari kerja keras semua pemain,” lanjutnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang tetap tenang ketika pertandingan harus ditentukan melalui titik putih.

“Terima kasih untuk teman-teman pemain yang begitu luar biasa, dengan mental yang luar biasa sampai dengan adu penalti. Akhirnya kami bisa menjadi yang terbaik di partai final ini,” tuturnya.

BMM akhirnya menutup perjalanan mereka di TCL 2026 dengan trofi juara. Dari tertinggal 0-1, bangkit menjadi 1-1, hingga Sanjai Kan tampil sebagai pahlawan di adu penalti. Sebuah malam final yang menjadi milik Bintang Muda Matali. (***)

Leave A Reply

Your email address will not be published.