KOTAMOBAGU – Laga seru Totabuan Champions League (TCL) 2026 belum mereda. Usai laga dramatis Persin Sinindian yang menumbangkan DAM FC Tambun dengan skor 2-1 pada Kamis (9/7/2026), perhatian publik kini beralih ke duel yang diprediksi bakal lebih panas dan penuh gengsi.
Jumat (10/7/2026), Stadion Nunuk Matali kembali menjadi pusat perhatian pecinta sepak bola Bolaang Mongondow Raya (BMR). Dua Jawara dengan komposisi bertabur pemain papan atas, Burako Alason dan Mutiara Hitam Lobong, siap saling jegal dalam pertandingan Grup A yang dipastikan berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Kekalahan bisa membuat langkah salah satu tim semakin berat, sementara kemenangan akan membuka jalan lebar menuju babak berikutnya.
Situasi semakin menarik karena Bonawang FC sudah lebih dulu mengamankan tiga poin usai menundukkan Putra Jaton Ikhwan pada laga pembuka Grup A.
Burako Alason datang dengan kekuatan yang tak bisa dipandang sebelah mata. Tim asal Kabupaten Minahasa Tenggara itu membawa sederet pemain berpengalaman yang sudah malang melintang di berbagai turnamen antarkampung Sulawesi Utara.
Nama Timan Kadulah dan Herdin Dalie, dua pemain yang dikenal sebagai langganan juara di berbagai kompetisi tarkam, dipastikan menjadi motor permainan Burako. Pengalaman dan mental juara mereka diyakini menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan.
Tak hanya itu, Burako juga memiliki keuntungan besar di sektor kepelatihan. Sosok Firman Usman, yang dijuluki “Raja Tarkam” Bolaang Mongondow Raya, dipercaya menjadi arsitek tim. Racikan strategi dan pengalamannya menangani berbagai tim besar diyakini menjadi pembeda dalam pertandingan sarat gengsi ini.
Di kubu lawan, Mutiara Hitam Lobong juga datang dengan ambisi besar. Tim tersebut diperkuat sejumlah nama yang tak asing di telinga pecinta sepak bola Sulawesi Utara, seperti Dani Namangge, Erik Senaen, Jacky Runtulalo dan Herry Lontoh.
Deretan pemain bintang itu dipastikan siap memberikan perlawanan sengit demi menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Adu kualitas individu hingga duel strategi antarpelatih diprediksi menjadi sajian utama yang akan menghibur ribuan penonton.
Menariknya lagi, kedua tim disebut-sebut telah menyiapkan sejumlah kejutan yang siap ditampilkan di lapangan. Dengan materi pemain yang sama-sama berkualitas, pertandingan ini diperkirakan berlangsung terbuka, penuh tensi tinggi, dan dihiasi aksi-aksi spektakuler.
Tak berlebihan jika duel Burako Alason kontra Mutiara Hitam Lobong disebut sebagai salah satu laga paling bergengsi pada fase grup TCL 2026. Selisih satu kesalahan saja bisa menjadi penentu nasib kedua tim dalam persaingan menuju babak selanjutnya.
Sebagai informasi, Totabuan Champions League (TCL) 2026 merupakan turnamen sepak bola terbesar di Sulawesi Utara tahun ini dengan total hadiah mencapai Rp300 juta. Hanya delapan tim terbaik yang lolos seleksi untuk ambil bagian, sehingga setiap pertandingan menghadirkan persaingan berkualitas dengan dihuni para pemain terbaik dari berbagai daerah.
Turnamen ini merupakan gagasan Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Solat Bibisa, sebagai langkah membangkitkan kembali gairah sepak bola di Bolaang Mongondow Raya, sekaligus menjadi wadah pembinaan pemain dari level usia dini hingga kompetisi senior.
Akankah Burako Alason mampu menunjukkan kelasnya, atau justru Mutiara Hitam Lobong yang mencuri panggung? Jawabannya akan tersaji di Stadion Nunuk Matali, Jumat sore, dalam duel yang dipastikan menyedot perhatian pecinta sepak bola BMR. (***)
