KOTAMOBAGU – Kabar bahwa klub sepak bola Persikokot Kotamobagu tidak mengikuti kompetisi Liga 4 musim ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola daerah. Menanggapi hal tersebut, PSSI Kota Kotamobagu akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait keputusan tersebut.
Menurut pihak PSSI Kota Kotamobagu, peran organisasi ini hanyalah sebagai regulator yang mengatur aturan, jadwal, dan jalannya kompetisi. Namun, keputusan untuk ikut atau tidak berpartisipasi dalam liga sepenuhnya berada di tangan manajemen klub masing-masing.
“PSSI hanya bertugas menyusun regulasi, memfasilitasi, dan mengawasi agar kompetisi berjalan sesuai aturan. Tapi kami tidak bisa mengintervensi keputusan internal klub, termasuk soal keikutsertaan mereka di Liga 4,” ujar Ketua PSSI Kota Kotamobagu lewat Wakil Ketua Farid Minabari.
Lebih lanjut dijelaskan, setiap klub memiliki pertimbangan sendiri-sendiri, baik dari sisi manajemen, keuangan, maupun persiapan tim. Hal ini menjadi hak penuh yang diambil oleh pengurus klub tanpa campur tangan dari pihak asosiasi.
“Kami tetap berharap Persikokot dan klub-klub lainnya bisa terus berkembang dan berpartisipasi di kompetisi resmi di masa depan. Namun, keputusan akhir tetap ada di tangan mereka,” tambah Minabari.
Dengan penjelasan ini, diharapkan masyarakat dan suporter dapat memahami batas wewenang PSSI sebagai organisasi induk, serta menghormati keputusan yang diambil oleh manajemen klub.(###)
