Emas Tak ada Pembeli, Penambang Tradisional Boltim Curhat Ke Presiden RI

0

BOLTIM – Hingga saat ini, pembeli emas yang ada di wilayah Bolaang Mongondow Raya ( BMR) , sepertinya masih enggan membeli emas dari para penambang tradisional.

Hal ini menimbulkan keresahan bagi para masyarakat penambang emas tradisional. Pasalnya, para pembeli emas sepertinya masih dihantui rasa takut membeli emas dari para penambang.

Disisi lain, saat ini masyarakat penambang tradisional membutuhkan biaya hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di bulan puasa serta persiapan jelang hari raya Idul Fitri.

Fenomena ini pun menjadi PR bagi para penambang, karena hasil jerih payah mencari bebatuan mengandung emas, tak jelas akan dijual kemana hasil tersebut.

Curahan hati salah satu penambang tradisional, Ira Hastuti Dompas, warga Desa Lanut Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, menyampaikan keluhan terkait masalah emas hasil tambang rakyat.

Kami masyarakat khususnya para penambang tradisional, saat ini merasa sangat sulit untuk menjual hasil jerih payah mencari sebongkah bebatuan mengandung emas.

Dimana, emas yang kami dapatkan hanya dengan mencari dari sisa bebatuan di lumpur, sungai dan dari sisa sisa pembuangan perusahan asing yang ada di Kabupaten Boltim.

Menurutnya, setelah seharian usai mengumpulkan bebatuan mengandung emas (Rep), selanjutnya diolah secara tradisional, kemudian jika ada hasil emasnya, maka itu yang akan di jual untuk dijadikan biaya hidup sehari hari. 

” Sudah beberapa hari ini kami tidak tau lagi harus menjual emas kemana. Padahal kita semua tau bahwa saat ini bulan ramadhan banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, ” ujar Ira Hastuty Dompas, Sabtu (28/2/2026).

Berdasarkan hal tersebut, mewakili curahan hati ribuan masyarakat penambang tradisional yang ada di Bolaang Mongondow Raya, lebih khusus di Boltim, saya memohon kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK), kiranya dapat memberikan sedikit kebijakan serta solusi kepada kami sebagai rakyat kecil yang saat ini sangat membutuhkan biaya hidup, apa lagi tidak lama lagi kami umat muslim akan menyambut hari raya Idhul Fitri.

” Kami sebagai rakyat kecil sangat kebingungan dan tidak tau untuk mengeluh kepada siapa lagi selain kepada Bapak Presiden RI dan Bapak Gubernur YSK,” ungkapnya.

Kami berharap, curahan hati kami sebagai penambang tradisional bisa menjadi atensi dan dapat dicarikan solusi terbaik oleh para pengambil kebijakan. ” Semoga emas hasil tambang rakyat segera ada pembeli,” singkatnya.

Sementara itu, pantauan awak media beberapa hari terakhir ini di pusat pertokoan yang ada di Pasar Serasi Kotamobagu, sejumlah toko emas yang menjadi langganan para penambang tradisional menjual emas, memilih menutup pintu toko. Terlihat sejumlah penambang duduk diemperan toko emas, bingung tak tau kemana akan menjual hasil jerih payah mereka. (Her)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.