Ranifa Decor

Masyarakat Inginkan Kemerdekaan Mengais Rejeki di Panang Kotabunan

0

BOLTIM – Masyarakat penambang tradisional Panang Desa Kotabunan Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin 17 Agustus 2026, melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2026.

Upacara peringatan HUT ke-81 tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat penambang tradisional Panang Desa Kotabunan, bertempat di dusun V Panang Desa Kotabunan.

Dalam sambutannya, Alwin Tubagus selaku pembina menyampaikan bahwa hari ini kita memperingati 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Kita berdiri di Panang bukan karena kita tidak mencintai Indonesia. Justru karena kita mencintai Indonesia dan ingin kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia lebih khusus masyarakat Panang Kotabunan.

Panang adalah Indonesia. Panang bukan tanah kosong. Panang adalah ruang hidup masyarakat. Di tanah inilah masyarakat Kotabunan telah menggantungkan kehidupan secara turun temurun. Disini ada sejarah, keluarga, kerja keras, dan harapan anak cucu.

Karena itu, ketika masyarakat merasa ruang hidupnya semakin terdesak oleh masuknya kepentingan korporasi pertambangan, maka persoalan Panang bukan sekedar persoalan tanah.

“Ini adalah persoalan keadilan, ini adalah persoalan kemanusiaan, dan ini adalah persoalan Indonesia”.

Kita ingin bertanya kepada Pemerintah, apakah rakyat kecil masi memiliki tempat dalam pembangunan. Kami percaya pembangunan dan investasi boleh berjalan, tetapi pembangunan tidak boleh membuat rakyat kehilangan ruang hidupnya.

Investasi tidak boleh menghilangkan martabat masyarakat. Dan pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan dengan menghormati rakyat serta lingkungan.

Panang adalah Indonesia. Maka ketika masyarakat Panang menyampaikan kegelisahannya, sesungguhnya Indonesia sedang berbicara. Ketika masyarakat Panang meminta keadilan, sesungguhnya rskyat Indonesia sedang meminta keadilan.

Dan ketika masyarakat Panang mempertahankan ruang hidupnya dengan cara damai dan bermartabat, sesungguhnya mereka sedang menjaga makna kemerdekaan.

Kepada pemerintah, kami meminta dengarkan suara masyarakat Panang. Jangan biarkan masyarakat merasa terusir dari tanah kelahirannya sendiri. Hadirkan keadilan, keterbukaan, dan dialog dalam setiap kebijakan yang
menyangkut kehidupan masyarakat.

Kepada pihak korporasi kami berkata, kami bukan musuh pembangunan. Kami bukan anti investasi. Tetapi kami meminta agar masyarakat dihormati. Tanah ini bukan sekedar wilayah ekonomi, di atasnya ada manusia, sejarah dan kehidupan.

Oleh karena itu, kepada masyarakat Panang, mari kita tetap menjaga persatuan, jangan melawan dengan kekerasan, dan jangan membenci sesama anak bangsa.
Perjuangkan hak dengan keberanian, tetapi tetap dengan cara yang damai, bermartabat, dan konstitusional.

Hari ini merah putih berkibar di Panang, bendera itu adalah simbol bahwa Panang adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia.

Karena itu, mari kita kobarkan semangat merdeka bukan hanya bebas dari penjajahan, merdeka berarti rakyat memiliki ruang untuk hidup dengan bermartabat, merdeka berarti rakyat tidak kehilangan tanah tempat mereka menggantungkan kehidupan, merdeka berarti pembangunan hadir untuk rakyat, bukan menggusur rakyat.

Di akhir sambutannya, Alwin Tubagus berharap, semoga perjuangan masyarakat Panang menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pembangunan Indonesia harus dibangun bersama rakyat bukan dengan mengorbankan rakyat. Panang adalah Indonesia, suara masyarakat Panang adalah suara Indonesia. Dirgahayu Republik Indonedia ke-81. (***)

Leave A Reply

Your email address will not be published.