BOLTIM — Keberadaan alat berat jenis excavator di kawasan KUD Nomontang, Desa Lanut, Kecamatan Modayag, sempat kembali menjadi perhatian masyarakat.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Oskar Manoppo menegaskan bahwa aktivitas alat berat yang sebelumnya berlangsung di lokasi telah dihentikan.
Menurut Oskar, excavator yang sempat terlihat berada di kawasan tersebut bukan digunakan untuk melanjutkan aktivitas sebelumnya.
Alat berat itu disebut hanya dimanfaatkan untuk menutup kembali sejumlah lubang di lahan yang dinilai berpotensi membahayakan.
“Aktivitas itu untuk menutup lahan yang sudah berlubang, karena sudah berbahaya, tapi aktivitas alat berat sudah berhenti,” ungkap Oskar Manoppo.
Pernyataan Bupati ini memberikan penjelasan atas munculnya kembali informasi mengenai alat berat di kawasan KUD Nomontang Lanut.
Sebelumnya, Pemkab Boltim melalui Tim Terpadu telah turun langsung melakukan inspeksi mendadak pada Sabtu, 5 September 2026.
Saat tim berada di lokasi, tidak ditemukan alat berat yang sedang beroperasi.
Namun, setelah sidak tersebut, pemerintah desa kembali menerima laporan masyarakat mengenai keberadaan excavator yang melakukan pekerjaan di kawasan tersebut.
Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan di tengah warga, terutama karena sebelumnya telah terdapat keluhan terkait aktivitas di sekitar lokasi.
Pemkab Boltim sendiri telah mengambil sejumlah langkah untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Pemeriksaan langsung dilakukan, disertai pembahasan dengan pihak KUD Nomontang dan unsur terkait.
Pemerintah daerah menilai persoalan tersebut perlu dilihat berdasarkan kondisi faktual di lapangan, bukan hanya berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat.
Dalam konteks keberadaan excavator, Oskar kembali menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan berkaitan dengan penutupan lubang-lubang lahan yang dinilai berbahaya.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya penanganan kondisi lahan agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun orang yang beraktivitas di sekitar kawasan.
Meski demikian, Bupati memastikan penggunaan alat berat tersebut saat ini telah berhenti.
Penegasan ini sekaligus membantah anggapan bahwa kemunculan excavator berarti aktivitas sebelumnya kembali berjalan.
Di tengah persoalan KUD Nomontang yang masih menjadi perhatian warga Desa Lanut, aspek keselamatan masyarakat menjadi salah satu hal yang turut menjadi perhatian pemerintah. (***)
