KOTAMOBAGU — Temuan kendaraan yang diduga berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi jenis solar di Kota Kotamobagu kini mulai ditindaklanjuti aparat kepolisian.
Polres Kotamobagu memastikan satu unit truk berwarna merah yang mengangkut tandon berisi sekitar 500 liter solar telah diamankan bersama barang buktinya.
Kapolres Kotamobagu melalui Kasi Humas Polres Kotamobagu, AKP Joko Setiono, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti temuan Forkopimda Kota Kotamobagu. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Polres Kotamobagu sudah menindaklanjuti temuan Forkopimda Kota Kotamobagu. Kendaraan itu saat ini sedang dalam proses penyelidikan dan sudah tahap pemeriksaan saksi-saksi. Truk merah saat ini sudah diamankan di Polres Kotamobagu bersama barang buktinya,” kata Joko.
Menurutnya, proses penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap lebih jauh asal-usul BBM yang diangkut serta dugaan pelanggaran yang terjadi.
Di tengah proses tersebut, muncul pula isu yang beredar di masyarakat maupun media sosial mengenai truk berwarna kuning yang disebut-sebut hilang setelah ditemukan di lokasi SPBU.
Polres Kotamobagu pun meluruskan informasi tersebut.
Joko menegaskan, kendaraan yang diamankan oleh pihak kepolisian hanya truk merah, sedangkan truk kuning tidak turut diamankan karena kondisi kendaraan saat ditemukan berbeda.
“Yang diamankan hanya truk merah yang mengangkut tandon yang berisi kurang lebih 500 liter solar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketika truk kuning ditemukan di SPBU, sopir kendaraan tersebut tidak berada di lokasi. Selain itu, jeriken yang berada di kendaraan dalam kondisi kosong.
“Terkait truk kuning, saat ditemukan di SPBU, sopirnya tidak ada di tempat dan posisi jeriken yang diangkutnya kosong, sehingga yang diamankan hanya truk merah,” jelasnya.
Polres Kotamobagu memastikan penanganan temuan tersebut masih terus berjalan. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui secara utuh rangkaian aktivitas kendaraan dan BBM tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi, terutama terkait isu kendaraan yang disebut hilang, sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. (***)
