KOTAMOBAGU – Selaku penanggung jawab proyek Hotmix jalan Zakaria Imban, Satuan Lalulintas (Satlantas ) Polres Kotamobagu akan memanggil kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), untuk diperiksa.
Hal ini buntut, adanya korban jiwa yang diduga adanya kelalaian pada proyek pekerjaan jalan Hotmix di ruas Jalan Zakaria Imban, Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu yang menyebabkan dua warga meninggal dunia.
Kasat Lantas Polres Kotamobagu, AKP Luster Simanjuntak saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026), menegaskan akan segera memanggil pihak pihak terkait pada proyek Hotmix jalan di Zakaria Imban.
” Ya betul sekali, mereka tetap kami mintai keterangan kaitan dengan, apakah tanda tanda peringatan terpasang atau tidak, bahwa ada pengerjaan proyek sedang dilakukan,” ujar Luster.
Disinggung terkait agenda pemeriksaan, AKP Luster Simanjuntak mengatakan akan secepatnya melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebab, ada dua korban jiwa diruas jalan tersebut.
” Secepatnya, malam ini saya, kanit dan anggota akan rapat terkait tindak lanjut kasus ini,” tegasnya.
Diketahui, ancaman hukuman Jika kelalaian tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia, pelaku atau penanggung jawab proyek dapat dipidana dengan penjara paling lama 5 tahun atau denda maksimal Rp 120.000.000.Pasal 359 KUHP..
Sebelumnya, poyek yang sementara dikerjakan oleh Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas PUPR itu diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan maut yang merenggut nyawa dua pengendara motor.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa malam (12/5/2026) sekitar pukul 19.30 WITA. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan melibatkan satu unit sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DB 2911 DS yang dikendarai lelaki berinisial RL dan berboncengan dengan perempuan DT.
Keduanya diketahui melaju dari arah Desa Kopandakan I menuju Kelurahan Molinow. Namun saat melintas di Jalan Zakaria Imban, tepatnya di area pekerjaan proyek Hotmix, motor yang dikendarai RL tiba-tiba tergelincir hingga menyebabkan kecelakaan tunggal.
Diduga kondisi jalan proyek yang sementara dalam pengerjaan menjadi faktor pemicu insiden nahas tersebut.
Akibat kecelakaan itu, RL meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara DT mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun sayangnya MD terinformasi telah meninggal dunia.
Insiden ini sontak mengundang perhatian warga sekitar, terlebih proyek jalan tersebut masih dalam tahap pekerjaan namun telah menelan korban jiwa. (***)